BERITA TERKINI, JAKARTA -- Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem
memberhentikan dengan tidak hormat Zachbidien Jis Habie, caleg DPR
NasDem untuk daerah pemilihan Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terlibat
kasus narkotika dan obat-obatan terlarang.
Ketua Umum DPP NasDem Surya Paloh dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (9/10), menyatakan pemecatan kader itu karena tertangkap polisi saat sedang mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu di sebuah rumah di Kompleks PAM Kota Makassar, Sulsel, Selasa (8/10) sore.
"Saya telah berulangkali menegaskan tidak ada toleransi maupun pembelaan apapun terhadap kader apalagi seorang caleg yang
Ketua Umum DPP NasDem Surya Paloh dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (9/10), menyatakan pemecatan kader itu karena tertangkap polisi saat sedang mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu di sebuah rumah di Kompleks PAM Kota Makassar, Sulsel, Selasa (8/10) sore.
"Saya telah berulangkali menegaskan tidak ada toleransi maupun pembelaan apapun terhadap kader apalagi seorang caleg yang
kedapatan menggunakan narkoba. Saya sebagai ketua
umum partai memecat yang bersangkutan dengan secara tidak hormat," tegas
Paloh.
Ia mengaku sangat terkejut dan menyesalkan adanya caleg NasDem yang terjerat kasus narkoba. Oleh karena itu Paloh meminta aparat kepolisian memproses Zachbidien sesuai hukum yang berlaku. "Saya berharap kasus ini dapat segera dituntaskan tanpa ada yang disembunyikan," ujar Paloh.
Pendiri Partai NasDem ini kembali mengingatkan agar jangan ada lagi kader dan para caleg NasDem yang berulah hingga bisa mencoreng nama baik partai. "Marilah kita semua tanpa terkecuali, bersikap, bertindak, dan bergaul antarsesama di masyarakat tanpa membuat jatuh harga diri pribadi dan partai," papar Paloh.
Sebelumnya, Ketua DPP NasDem yang juga Koordinator Wilayah Sulsel Akbar Faizal membenarkan Zachbidien ditangkap saat sedang menghisap sabu, di sebuah rumah di Jalan Sam Ratulangi, Makassar, Selasa siang.
Akbar mengaku sangat kecolongan dengan adanya peristiwa tersebut, mengingat proses rekrutmen caleg yang telah dilakukan sangat ketat termasuk dalam hal kemungkinan caleg adalah pengguna narkoba. "NasDem melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam rangkaian tes yang telah dilakukan kepada semua kadernya," katanya.
Ia mengaku sangat terkejut dan menyesalkan adanya caleg NasDem yang terjerat kasus narkoba. Oleh karena itu Paloh meminta aparat kepolisian memproses Zachbidien sesuai hukum yang berlaku. "Saya berharap kasus ini dapat segera dituntaskan tanpa ada yang disembunyikan," ujar Paloh.
Pendiri Partai NasDem ini kembali mengingatkan agar jangan ada lagi kader dan para caleg NasDem yang berulah hingga bisa mencoreng nama baik partai. "Marilah kita semua tanpa terkecuali, bersikap, bertindak, dan bergaul antarsesama di masyarakat tanpa membuat jatuh harga diri pribadi dan partai," papar Paloh.
Sebelumnya, Ketua DPP NasDem yang juga Koordinator Wilayah Sulsel Akbar Faizal membenarkan Zachbidien ditangkap saat sedang menghisap sabu, di sebuah rumah di Jalan Sam Ratulangi, Makassar, Selasa siang.
Akbar mengaku sangat kecolongan dengan adanya peristiwa tersebut, mengingat proses rekrutmen caleg yang telah dilakukan sangat ketat termasuk dalam hal kemungkinan caleg adalah pengguna narkoba. "NasDem melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam rangkaian tes yang telah dilakukan kepada semua kadernya," katanya.
Sumber: Republika Online