Suasana sidang isbat penetapan 1 Syawal 1434 H yang dipimpin oleh
Menteri Agama Suryadharma Ali di kantor Kemenag, Jakarta, Rabu (7/8).
(Republika/ Yasin Habibi)
BERITA TERKINI, JAKARTA -- Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali
menegaskan kerukunan antar dan interumat beragama harus mengakar di
bumi Indonesia, sehingga melahirkan kedamaian dan kesejahteraan.
"Mengingat kerukunan antarumat beragama bisa berubah karena sifatnya
yang dinamis, dan bisa berubah setiap saat, maka harus dirawat dengan
baik," katanya saat membuka pagelaran paduan suara gerejawi
antarperguruan tinggi agama Katolik swasta (PTAKS) tingkat nasional 2013
di Jakarta, Kamis malam.
Untuk itu, kata dia, perlu kerja sama antarsemua pihak, baik
pemerintah maupun seluruh komponen masyarakat. kata Menag Suryadharma
Ali pada pembukaan acara yang diikuti ratusan mahasiswa di Jakarta,
Kamis malam.
Menurut Menag pada pembukaan acara yang diikuti ratusan mahasiswa
itu, kerukunan antarumat beragama bisa berubah karena sifatnya yang
dinamis.
justify;">
"Hari ini bisa rukun besok belum tentu, bulan ini rukun bulan depan
belum tentu, tahun ini rukun tahun depan belum tentu," ujarnya.
Oleh sebab itu, kerukunan umat beragama harus terus diperjuangkan,
dibina dan dijaga. Menag mengatakan kerukunan antarumat beragama di
Indonesia saat ini tidak ada permasalahan yang serius, bahkan bisa
dikatakan sangat baik.
"Seperti saat penyelenggaraan MTQ di Ambon beberapa waktu lalu,
kantor keuskupan di sana dipakai oleh kafilah Banten. Tiap waktu
berkumandang ayat-ayat Al Quran," katanya.
Menurut dia, peristiwa itu sangat monumental, karena Ambon merupakan
daerah konflik. "Namun, konflik di sana begitu didalami, terjadi karena
dipicu kekuatan luar, bukan kemauan umat beragama," katanya.
Menag mengingatkan, potensi konflik di Tanah Air selalu ada.
Misalnya, pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah, ada yang membangun
sentiment agama, suku. "Tapi kita harus waspada. Karena masih ada pihak
yang tidak ingin kita rukun, dan yang mudah melalui agama," kataya.
Terkait kegiatan pagelaran itu, Menag mengatakan kegiatan ini sebagai
momentum penting dalam rangka mendorong dan meningkatkan kualitas
keimanan dan kecintaan umat kepada Tuhan.
Dirjen Bimas Katolik Semara Duran Antonius mengatakan pagelaran
paduan suara ini bertujuan memberikan wahana juang bagi kualitas
mahasiswa. Kegiatan ini diikuti 18 kontingen (378 orang) dari perguruan
tinggi agama Katolik yang tersebar di Tanah Air.
Sumber: Republika Online